Mendapatkan Pekerjaan Karena Ngeblog

6 06 2009

Sudah lama blog ini terbengkalai. Postingan terakhir saya, Kenapa Saya Malas Nonton TV?, dipublish kira-kira 8 bulan yang lalu. Wah, sudah setengah tahun lebih!

Kenapa saya hiatus? Ah, panjang ceritanya. Mood saya untuk ngeblog jadi berkurang. Mungkin karena keinginan untuk mengaktualisasikan diri sudah lebih terakomodir oleh kehadiran pesbuk. Hehe..

Masih banyak faktor lain yang membuat saya menelantarkan blog ini. Tapi sudahlah. Di postingan perdana setelah hiatus berabad-abad ini, saya ingin menceritakan hal menarik yang saya dapatkan dari ngeblog, yaitu mendapatkan pekerjaan!

Jadi asal muasalnya terjadi ketika ada lomba menulis postingan review tentang hotel Puri Larasati (yang sampai saat ini tidak jelas kelanjutannya itu lomba, hehe..). Dari lomba menulis review itu, lahirlah postingan [ini]. Kebetulan ada pihak penerbit buku dari Jakarta sedang membuat sebuah buku tentang ulasan hotel-hotel bertarif terjangkau di kota dan kabupaten Bandung. Nampaknya berkat bantuan om Google, pihak penerbit itu menemukan tulisan tersebut dan ditawarilah saya untuk menjadi kontributor membuat ulasan hotel-hotel terjangkau di seantero kota dan kabupaten Bandung. Wah, kesempatan emas ini tentunya tidak saya sia-siakan. Tawaran tersebut saya setujui. Ditemani seorang teman dan bermodal kamera poket digital pinjaman, dimulailah petualangan menjelajahi kota Bandung menyatroni mengunjungi satu per satu hotel untuk meminta izin peliputan, mengambil fotonya dan membuat liputannya.

Mudah? Tentu saja tidak. Beberapa hotel memang ada yang terbuka dan menyambut saya dengan senang hati serta memberikan kemudahan dalam peliputan (Contohnya: Hotel Flores Gallery, Bukit Dago, Puri Cipaganti dll -yang baik-baik saya sebutkan saja ya. Hehe..), tapi tidak sedikit pula yang mencurigai wajah saya yang pada dasarnya memang mirip tukang minta sumbangan bersikap curiga dan agak was-was ketika saya datangi. Mereka baru memberikan izin peliputan setelah proses yang agak panjang > mengecek identitas, membaca surat tugas, menghubungi atasan, menegosiasi manajer dll dll. Banyak hotel yang harus saya datangi berkali-kali agar mereka mengizinkan saya membuat liputannya. Syukur bila disetujui tapi bila tetap ditolak, maka sia-sialah perjuangan saya. Di hotel *sensor*, bahkan saya sampai dibentak-bentak oleh manajernya yang terlalu waspada akan niat buruk saya. Padahal sumpah™ niat saya hanya ingin menerbitkan liputan tentang hotelnya agar mereka bisa mendapatkan publisitas dan promosi gratis.

Itu kisah dukanya. Kisah sukanya adalah saya bisa menjelajahi kota dan kabupaten Bandung, keluar dari zona nyaman dan bertemu bermacam-macam karakter orang, mengasah kemampuan menulis dan tentu saja menambah pengalaman berarti. :)

Naah, sekarang, setelah perjuangan + 2 bulan mengumpulkan liputan, akhirnya terbit juga buku “Liburan Murah Meriah di Bandung: 100 hotel Budget Rp. 200 Ribuan di Kota Bandung dan Sekitarnya.”

Bukunya sudah tersedia di Gramedia. FYI, harganya Rp. 45.000. Tebalnya 154 halaman. Selain berisi review 100 hotel terjangkau di kota dan kabupaten Bandung, di dalamnya juga terdapat daftar istilah-istilah wisata serta daftar alamat travel, factory outlet, toko souvenir, tempat makan dan distro di kota Bandung. Pokoknya™ semua informasi yang kamu butuhkan untuk berwisata murah dan mengasyikkan di kota Bandung, ada di buku ini!! (ini pesanan dari penerbit buat mempromosikan bukunya. Hehe..)

Ah ya, jangan lupa bahwa bagian terpenting ada di halaman 153-nya. :lol:

Jadi begitulah. Itu salah satu pengalaman tak terlupakan yang bisa saya dapatkan karena ngeblog. Ini pula-lah salah satu manfaat ngeblog, biar kita bisa mengaktualisasikan diri dan bisa lebih mudah mengenalkan diri kita kepada orang lain di manapun orang lain itu berada.

Selanjutnya? Karena pengalaman ini, saya jadi ter-trigger kembali untuk lanjut ngeblog. Blog ini akan terus saya isi dengan pengalaman-pengalaman dan opini pribadi atau apapun yang ingin saya tulis. Di samping itu, saya juga sedang mempersiapkan satu blog lain yang khusus akan saya isi dengan tulisan-tulisan yang bernada lebih ilmiah. :)

Terima kasih sudah membaca. Tetap ngeblog dan salam blogger!!

NB. Sebenarnya buku tersebut ditulis bersama kontributor lain, tapi hanya profil saya saja yang dimuat. :mrgreen:





Kenapa Saya Malas Nonton TV

28 10 2008

Suatu malam jam 21.00 WIB, saat semua aktivitas telah terlaksana.

*Cklek* (Suara tombol TV ditekan)

tvOne – Apa Kabar Indonesia Malam

“… Selanjutnya kita akan berbincang dengan komnas anak mengenai rencana seorang kyai di Semarang yang akan menikahi 3 orang anak di bawah umur”.

eswete dah!

*Ganti Channel*

MetroTV – Headline News

“… tewas di ruang persidangan setelah ditikam oleh keluarga korban… “

*Pindah-pindah channel dengan cepat*

Iklan, iklan, julia perez, iklan, shitnetron, iklan prabowo, shitnetron, iklan SMS premium

*Matikan TV*





Silaturahmi dan SMS Idul Fitri

3 10 2008
Di hari yg suci ini, tdk ada yg lbh istmewa slain ktulusan hati utk slng memaafkan kslhn satu sama lain.
Tmn2, mhn maaf ya, apabila slama ini ada prbuatan yg tdk mngenakkan atau prkataan yg kurang brkenan.
Mari jdkn Idul Fitri ini sbg momen utk evaluasi diri & awal utk khdpn yg jauh lbh baik lg.
-FajarGM-

Memang, nampak sebagai formalitas rutin dan sekedar basa-basi belaka. Tapi, SMS Idul Fitri memiliki makna yang jauh lebih besar.

Saya sendiri mengirimkan SMS tersebut ke hampir semua kontak yang ada di buku telepon. Dan banyak juga yang meresponnya dengan isi yang kurang lebih sama.

Di sinilah terjalin silaturahmi tidak langsung. Momen Idul Fitri menjadi kesempatan langka untuk kembali berkomunikasi dengan banyak orang yang sudah lama tidak bertegur sapa. Suatu hal yang mungkin akan sangat sulit bila dilakukan dengan mendatangi orang-orang tersebut satu per satu.

Berterimakasihlah kepada kemajuan teknologi komunikasi. :D





On the Google Toplist…

30 09 2008

*Postingan gak penting di tengah kevakuman blogging*

Kata kunci: “Kubah Terbang

Merujuk kepada post “Analisis Video Kubah Terbang“.


Kata kunci: “Tata Surya” (Pencarian gambar)

Merujuk kepada post “Membuat Produk Media Grafis: Poster Tata Surya“.





Bikin Dosa Setelah Berbuka

9 09 2008

Suatu sore di bulan Ramadhan 1429 H
8 September 2008

Di sebuah bis DAMRI yang tengah merayap di tengah kemacetan jalan Soekarno-Hatta Bandung
Saat itu waktu adalah sekitar pukul setengah 6 lebih
Mungkin sekitar 5 menit menjelang berbuka puasa

Masuklah beberapa orang pedagang asongan
Menawarkan minuman berbuka puasa kepada para penumpang
Dibelinya sebotol air mineral dari pedagang asongan itu
Tak lupa dibelinya juga sebatang tanaman berbalut kertas yang menjadi sponsor utama Liga Super Indonesia

Tak lama adzan terdengar berkumandang
Diminumnya air dari segelas air mineral itu
*Gluk* *Gluk* *Gluk*
Ahh.. Nampaknya terasa nikmat sekali
Maklumlah, seharian menahan lapar, dahaga, dan nafsu juga mungkin

Lalu?
Plung…
Si botol air mineral tampak dibuang begitu saja ke lantai bis
Disertai wajah tak berdosa dari pelakunya juga tentunya
Innocent, seperti bayi yang tidak tahu apa-apa
Hah??

Aduduh… Ya Tuhan, itu dosa nggak sih?
Katanya bulan ini Engkau banyak memberi ampunan
Dosa sebesar apapun akan Kau ampuni
Tapi beberapa oknum manusia nampaknya tidak mempedulikan kemurahan hatiMu itu
Mereka enteng sekali dalam berbuat dosa, tanpa menghiraukanMu
Atau mungkin itu tidak dianggap sebagai dosa?
Merasa dihargai tidak sih, Tuhan?

Tak lama kemudian batang yang ada tulisan ‘Super’nya itu dikeluarkan
Api dinyalakan
*ckes*
Batang itu pun menyala
Dihisap
Dan mengepullah asap ke segala penjuru
Menambah polusi udara yang semakin parah akibat asap dari kendaraan bermotor yang kurang perawatan
Menyusup ke tenggorokan para penumpang di depan, belakang, samping kiri, samping kanan
Menyusup ke tenggorokan orang-orang yang belum tentu rela diracuni
Membuat seorang blogger bodoh misuh-misuh sendiri di dalam hatinya
Dan memaksanya untuk pindah ke barisan yang lebih di depan
Hanya untuk diracuni kembali oleh sebuah batang yang kali ini tulisannya ‘Coklat
Yang baru saja dinyalakan dari jarak 2 bangku di belakangnya

Blogger bodoh itu pun semakin BT
Ingin marah tidak bisa
Ingin mengadu tidak bisa
Akhirnya kejadian sore itu di bus DAMRI, dijadikannya sebagai bahan postingan