
Mari kita do’akan almarhum H.M. Soeharto. Walaupun katanya beliau ini punya dosa segunung terhadap Indonesia, tapi kita tidak bisa menafikkan bahwa beliau yang bapak pembangunan ini, juga banyak jasanya terhadap bangsa Indonesia.
Mengenai dosa-dosa beliau, kita tidak punya kuasa apa-apa toh? Mau memaki-maki atau menyumpahi sekeras apapun, tidak akan ada dampaknya seperti apapun. Biar Tuhan Yang Maha Adil itu saja yang menghakiminya.
Tetapi mengenai jasa-jasa beliau, kita tentu bisa menunjukkan perasaan senang dan berterimakasih, dengan cara mendo’akan, membuang dendam, melupakan kejelekan dan memaafkannya.
Bagi Anda yang terdampar di blog ini dan berkeyakinan Islam, minimal bacakanlah Al-Fathihah, bagi Anda yang kristiani, bacakan juga do’a-do’a dalam kepercayaan Anda, begitu juga pada Anda yang menganut keyakinan yang lain, berdo’alah sesuai keyakinannya sendiri-sendiri. Bagi Anda yang menganut Animisme, silakan lakukan juga ritual-ritual sesuai kepercayaan Anda.
Jadi, mari kita do’akan beliau seikhlas-ikhlasnya, semoga beliau dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni dosa-dosanya dan dilapangkan kuburnya.
Berdo’a mulai.



















saya juga ikhlas jenderal besar sudah tiada. tapi soal kuburnya lapang atau nggak, nggak ada yang tau tuh. soalnya, polisi dan tentara gak bisa mengawalnya sampai ke sana
Wallahu’alam
Amin… *sambil bakar menyan*
Bukannya ndak mau mbacain Al fatihah, tapi rasanya doa kita sia-sia.
Soale Eyank Kakung ini ndak ada hubungannya sama kita….
Bacaan alquran itu tidak nyampai kepada mayit karena Alquran untuk orang hidup dan tidak bermanfaat bagi orang mati. coba antum baca artikelnya di http://www.mimbarislami.or.id
setuju bung, bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghormati orang tua, terlebih lagi mendoakan sesama muslim. Terlepas dosa-dosanya segunung, kita sebagai manusia rasa-rasanya tak punya hak untuk mengadilinya. Emang kita siapa, Emang dia siapa? Kalaupun Suharto punya dosa segunung, biarlah Tuhan yang akan menghukumnya seadil-adilnya…