Kampanye

28 03 2008

[skrinsyut menyusul]

Ada dua kegiatan pemilihan umum yang akan saya hadapi beberapa waktu lagi. Yang pertama skalanya regional, Pilkada Jawa Barat, April nanti. Yang kedua skalanya lebih lokal, universitas, pemilihan Presiden REMA UPI. Nah, setiap kali ada kegiatan demokrasi atau demokrasi-demokrasian seperti itu, pasti ada yang namanya kampanye. Belum afdhol rasanya kalau seorang kandidat pemimpin belum mengumbar janji-janji, sumpah-sumpah, atau apapun untuk memikat masyarakat agar sudi memilihnya.

Apa tema kampanye mereka, tidak saya persoalkan. Karena semuanya pasti sama, bernilai positif dan kedengarannya baik. Masa ada sih kampanye tapi temanya bukan tema yang baik? :)

Yang saya persoalkan mungkin kedengarannya hanya masalah kecil dan tidak penting untuk dibahas. Tapi saya ingin membahasnya, yaitu: salah satu cara mereka berkampanye, dengan merusak keindahan lingkungan.

Hah, merusak keindahan lingkungan?

Iya… Cara berkampanye yang paling banyak (dan paling mudah) dilakukan adalah menempelkan flyer, pamflet, stiker atau apapun di tembok-tembok umum, sampai penuh. Mungkin kedengarannya sepele, tapi kampanye para calon pemimpin itu telah nyata-nyata mengotori dan merusak keindahan lingkungan dengan wajah-wajah narsis mereka yang terpampang di hampir semua tembok umum. Wajah narsis sih tidak masalah. Yang jadi masalah justru kertasnya itu sendiri. Ketika masih berlaku akan membuat tembok kelihatan tidak bersih, setelah tidak berlaku, akan membuat tembok makin kelihatan lebih tidak bersih lagi, karena pasti ada bekasnya dan sulit untuk dihilangkan.

Spanduk dan banner mungkin masih tidak masalah, karena mau dipasang sebanyak apapun, masih bisa dicabut dan tidak menimbulkan bekas. Tapi kalo kertas?

Solusi

Ada banyak cara alternatif berkampanye yang lebih manusiawi daripada mengotori lingkungan dengan flyer-flyer itu. Contohnya membuat buku, iklan di media massa, mensponsori kegiatan sosial, melakukan kegiatan sosial bareng-bareng masyarakat, memperbanyak kampanye orasi atau mungkin membuat video klip, seperti video klipnya Will.i.am untuk Barrack Obama itu. Pokoknya™ apapun lah, asalkan tidak mengotori lingkungan.

Para calon pemimpin itu semestinya memperhitungkan juga cara-cara kampanyenya, bila mereka memang benar-benar ingin mensejahterakan rakyat dalam segala aspek, minimal dengan tidak menambah kekotoran lingkungan yang sudah semakin parah di Endonesa ini.


Tindakan

Information

9 tanggapan

28 03 2008
djunaedird

Pilkada, Pilkades, Pil-pil lain selalu rame soalnya ada ‘perangsangnya’ yaitu :
D U I T :P
Tanpa ‘magnit’ itu pasti sunyi sepi sendiri itu para CaKadal, Cakades…….

29 03 2008
mgtupi06

jar…….
aign resep pisan blog maneh……..
kumaha mun blog tekpend jeung manajemen bikin aliansi….
semacam media partner…
media komunikasi lah….

29 03 2008
Gm.

@djunaedird
He2x… jadi intinya pilkadal tu cuman ajang banyak-banyakin pendukung dengan cara apapun ya… Gak jauh beda sama KDI / AFI dong… :lol:

@mgtupi06
Sok…

29 03 2008
bayuhebat

beda donk kdi/afi dengan pilkada. Yang satu Memelas satu lagi memeras

17 04 2008
nisa

hei…tau ga c.. ternyata udah ada yang nyolong start kampanye lho

17 04 2008
Gm.

@bayuhebat

:lol:

@nisa
Iya, sebelum masa kampanyenya mulai, sang calon gubernur (sendirian) mukanya sudah terpajang dimana-mana. Trus beberapa minggu sebelum kampanye resminya dimulai, sang calon gubernur dan wakilnya adalah kandidat yang pamflet & posternya paling banyak dimana-mana. :lol:

BTW, yang nyolong start kampanye itu kandidat yg sekarang paling unggul menurut hasil quick-count kan? :lol:

19 04 2008
hariadhi

tul, sudah saatnya kita melihat unsur kejujuran dari cara kampanyenya sendiri, bukan dari kalimat palsu yang dilontarkan.

Contohnya di Jakarta kemarin ada calon yang menjanjikan ibukota yang lebih bersih dan teratur, tapi cara kampanyenya dengan nempel stiker dan poster di mana-mana. Jadinya kumuh banget. Di situ kita bisa menilai si calon ini cuma ngebullshit.

Coba bos, perkenalkan sama calon-calon presiden REMA soal spray munt 3M yang bisa dengan mudah dicopot dan bersih itu. Jangan pake lem biasa atau double tape lagi. Harganya cuma 50.000 kok sekaleng.

19 04 2008
hariadhi

epsss. salah tulis. Harusnya spraymount.

19 04 2008
Gm.

Yap ironis memang. Intinya, cara apapun dilakukan untuk menjilat memikat hati rakyat. Kampanye bikin kumuh!! :evil:

Spraymount ya? OK deh, kalo 2009 saya mencalonkan diri, saya akan pake itu buat kampanye.

Tinggalkan komentar