Suatu sore di bulan Ramadhan 1429 H
8 September 2008
Di sebuah bis DAMRI yang tengah merayap di tengah kemacetan jalan Soekarno-Hatta Bandung
Saat itu waktu adalah sekitar pukul setengah 6 lebih
Mungkin sekitar 5 menit menjelang berbuka puasa
Masuklah beberapa orang pedagang asongan
Menawarkan minuman berbuka puasa kepada para penumpang
Dibelinya sebotol air mineral dari pedagang asongan itu
Tak lupa dibelinya juga sebatang tanaman berbalut kertas yang menjadi sponsor utama Liga Super Indonesia
Tak lama adzan terdengar berkumandang
Diminumnya air dari segelas air mineral itu
*Gluk* *Gluk* *Gluk*
Ahh.. Nampaknya terasa nikmat sekali
Maklumlah, seharian menahan lapar, dahaga, dan nafsu juga mungkin
Lalu?
Plung…
Si botol air mineral tampak dibuang begitu saja ke lantai bis
Disertai wajah tak berdosa dari pelakunya juga tentunya
Innocent, seperti bayi yang tidak tahu apa-apa
Hah??
Aduduh… Ya Tuhan, itu dosa nggak sih?
Katanya bulan ini Engkau banyak memberi ampunan
Dosa sebesar apapun akan Kau ampuni
Tapi beberapa oknum manusia nampaknya tidak mempedulikan kemurahan hatiMu itu
Mereka enteng sekali dalam berbuat dosa, tanpa menghiraukanMu
Atau mungkin itu tidak dianggap sebagai dosa?
Merasa dihargai tidak sih, Tuhan?
Tak lama kemudian batang yang ada tulisan ‘Super’nya itu dikeluarkan
Api dinyalakan
*ckes*
Batang itu pun menyala
Dihisap
Dan mengepullah asap ke segala penjuru
Menambah polusi udara yang semakin parah akibat asap dari kendaraan bermotor yang kurang perawatan
Menyusup ke tenggorokan para penumpang di depan, belakang, samping kiri, samping kanan
Menyusup ke tenggorokan orang-orang yang belum tentu rela diracuni
Membuat seorang blogger bodoh misuh-misuh sendiri di dalam hatinya
Dan memaksanya untuk pindah ke barisan yang lebih di depan
Hanya untuk diracuni kembali oleh sebuah batang yang kali ini tulisannya ‘Coklat‘
Yang baru saja dinyalakan dari jarak 2 bangku di belakangnya
Blogger bodoh itu pun semakin BT
Ingin marah tidak bisa
Ingin mengadu tidak bisa
Akhirnya kejadian sore itu di bus DAMRI, dijadikannya sebagai bahan postingan



















Saya juga banyak dosa koq.
ya…
emang manusia g pernah luput dari dosa…
tapi seharusnya kita meminimalisir dosa2 itu kn?!
klo masalah dosa atow ga sih
cuma 4WI aja yang taw,,
yang pasti…
“Lalu?
Plung…
Si botol air mineral tampak dibuang begitu saja ke lantai bis
Disertai wajah tak berdosa dari pelakunya juga tentunya”
itu perbuatan yang “GrrrrrRR!!!” banget kan…
apalagi d bulan Ramadhan…
“Aduduh… Ya Tuhan, itu dosa nggak sih?
Katanya bulan ini Engkau banyak memberi ampunan
Dosa sebesar apapun akan Kau ampuni”
Justru di bulan Ramadhan ini,,
jati diri asli tu org yang udh bikin kesel keliatan…
itu mencerminkan dirinya yang sebenernya tuuuh, klo dia taw, harusnya maluuuuuu!!!!
Apalagi yang nge-rokok itu!!!
waduuuuh!!
emang dasarnya aku pribadi siih GA suka ama asep rokok!!!
kasian yang ngisep tu asep,,
baru juga buka puasa, udah disuguhin ama asep,,
ga bisa nge-judge itu dosa tow ga siiih, tapi…klo itu masuk kategori mendzalimi org lain…
dosa kn????
buat yg nulis…siing sabaaar…
nb: sory comment-nya kebanyakan, hehe
mm manusia kadang hanya berpatokan pada yang namanya tidak makan tidak minum padahal byk hal sebenarnya yang dilatih di bulan ramadhan;
semoga kita tercerahkan dengan postingan ni
puasa kan tidak hanya menahan makan dan minum tetapi lebih kepada perbaikan perilaku kita..
semoga kita semua dijauhkan dari sifat buruk.. amieeenn
keun da budak mereun jar……
maksudnya pemikiran org tersebut munkin kurang bisa dewasa padahal dah berumur.
itulah kalakuan bangsa kamu jar, heheh
sabar aj yah,, itu tuh ujian-pasca-puasa, jadi jangan terlalu ‘bernafsu’,,
memang banyak orang yang melakukan dosa,
tapi berapa banyak yang mau mengingatkan,
ya di kasus ini misalnya – minimal – mengingatkan sang pembuang sampah biar sampahnya diambil untuk kemudian dibuang di tempat sampah ..
intinya pengendalian diri,
waspadalah, waspadalah !!*gaya bang napi*
Kalau menurut saya yang juga perokok, janganlah semua hal yang tidak menyenangkan trus kita memvonisnya sebagai sebuah dosa. Namanya kendaraan umum, maka para perokok itu mempunyai hak untuk merokok, dan tentunya para penumpang yang tidak suka dengan asap rokok juga berhak untuk tidak menghirup asap rokok. Jadi kalau misalnya kurang setuju dengan adanya aktifitas merokok dalam kendaraan umum, langsung tegur aja, mudah-mudahan bisa mengerti. Jika masih ngeyel, tonjok aja hidungnya.
Lebih baik jika sebagai seorang perokok juga melihat keadaan dimana waktunya merokok dan dimana waktunya untuk menahan. Setelah menahan seharian, masa sih gak bisa nahan nunggu turun dari angkutan umum?
semoga bisa tetep sabar ……
orang sabar akan dimudahkan oleh Nya …… dan Di ampuni Oleh Nya ..
huehueheu
org kadang berpikiran menahan hawa nafsu dan amarah itu waktu puasa aja(siang) nah pas malemnya bebas deh
pernah di tempat gw terjadi tawuran di malam ramdhan
gile banget kan?
aya-aya wae deh..
Lam kenal jg ya..
sabar,,,,
teu nanaon jar..
nambah pahala puasa eta teh…
melatih kesabaran
tapi serius emang bikin kesel tuch
apalagi yang ngerokok dengan tenang padahal ada bayi or wanita hamil di sebelahnya.. aRrghhh
di Bandung ga ada Perda Larangan Merokok di angkutan umum sih..
[ikutaan]
Kenapa ga coba tegur aja? Bilang, “pak bisa tolong matikan rokonya?”… Lebih singkat daripada nulis blog ini iya kan? Hahaha
berada dalam lautan asap ya? tidak enak, memang…
bahkan, saya pernah mencomot tanaman berbalut kertas itu dari mulut seorang bapak…
saya tidak sopan, ya?
@sapimoto:
Peraturan Gubernur 25/2005 Pasal 3:
Sasaran kawasan dilarang merokok adalah tempat umum, tempat kerja, tempat proses belajar mengajar, tempat pelayanan kesehatan, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah, dan angkutan umum.
Perokok tidak punya hak merokok di dalam angkutan umum.
Orang yang tidak merokok berhak memiliki paru-paru bersih dan tidak boleh dikotori oleh perokok yang melanggar Pergub 25/2005 Pasal 3.
Gue bener-bener marah kalau ada yang buang sampah sembarangan! Gue malah sampe negur orangtua yang udah bangkotan. Dia buang sampah lemper yang dia makan ke lantai angkot, terus ngeluarin sebungkus kacang bogor yang dia makan di dalam angkot dan kulit-kulitnya dia buang ke lantai. Gyaaaahhh!!! Ko kaya orang ga berbudaya, ga berpendidikan sih? Kesel ah. Emosi jiwa!
hhh.. tenang… baru lebaran, gas….