Puri Larasati: Hotel Nyaman dengan Nuansa Kekeluargaan

4 08 2008

Banner Pembuka - Puri Larasati

Bila Anda ingin menginap di hotel yang ekonomis dan tetap mendapatkan kenyamanan luar biasa sekaligus nuansa kekeluargaan yang kental, maka hotel Puri Larasati-lah jawabannya. Dengan kamar, suasana, dan lingkungan hotel yang telah diatur dan ditata sedemikian rupa, Anda akan benar-benar merasa nyaman dan betah menginap di sana. Stafnya pun ramah-ramah, mulai dari resepsionis yang senyumnya sangat manis, hingga petugas pembersih kamar yang selalu menyapa Anda.

Hotel ini terletak di kawasan Dago, kawasan Bandung yang terkenal selalu mendadak menjadi padat di akhir pekan. Tapi jangan khawatir, walaupun letaknya di area Dago, hotel ini nampaknya tidak tersentuh oleh hiruk pikuk lalu lintas dan kepadatan Factory Outlet Dago yang sering menyesakkan di akhir pekan itu. Puri Larasati adalah hotel kecil yang terletak di dalam kompleks pemukiman warga yang asri dan tenang. Sehingga bila menginap di sini, Anda akan merasa tentram dan terjauh dari suara bising kendaraan bermotor di jalan raya.

Untuk mencapai hotel ini, Anda cukup mengarahkan kendaraan Anda ke Jalan Kanayakan Lama Blok. A No. 40, Dago (lihat peta dan penunjuk di bawah ini). Jalur yang cukup populer adalah dari arah Simpang Dago (McDonalds). Dari sini Anda terus menuju ke atas hingga akan melewati Jalan Kanayakan. Kemudian belok kanan masuk ke Jalan Kanayakan. Tepat sebelum POLMAN, ada jalan kecil ke sebelah kiri. Masuk dan ikutilah jalan kecil itu. Hingga di ujung jalan, Anda akan tiba tepat di depan Hotel Puri Larasati.

-Thumbnail Peta Hotel Puri Larasati-


gbr1-agbr1-bgbr1-c

Masuk ke lingkungan hotel, Anda akan disambut oleh bangunan berarsitektur modern (hotel ini berdiri sejak tahun 2003 -red) yang dikelilingi oleh lingkungan asri dengan pepohonan dan taman-taman yang tertata rapi. Mengesankan kesegaran, kesejukan, dan keindahan yang selalu terpancar.

Terdapat 3 jenis kamar di hotel ini, yaitu Unit Griya Larasati, Unit Graha Prasetya, dan Kamar Wisma Larasati. Setiap unit memiliki perbedaannya sendiri-sendiri, disesuaikan dengan target tamu untuk masing-masing unit. Tapi secara umum, fasilitas yang terdapat di setiap unit itu adalah sama. Ada kamar mandi + toilet, TV kabel dengan puluhan saluran televisi lokal dan mancanegara, telepon, lemari pakaian, dan tentu saja, sebuah kasur besar yang menurut Celo super duper empuk, ditambah selimut ganda.

Yang menarik, di dinding setiap kamar, terdapat 4 buah panel dengan tombol yang bisa diputar layaknya panel volume pada speaker. Saya yang ndeso dan baru merasakan sekali menginap di hotel ini, sempat bertanya-tanya panel apakah itu. Setelah mencoba memutar-memutarkannya, saya baru sadar, bahwa 4 panel ini ternyata berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya dari 4 lampu downlight yang terpasang di langit-langit. Fasilitas ini cocok dimanfaatkan pada saat malam, menjelang tidur, atau sambil menonton TV. Penerangan yang redup biasanya akan memberikan aura kenyamanan yang bisa membuat pikiran dan badan kita terasa lebih santai, kemudian tertidur dengan pulas.

Untuk Anda yang muslim, Anda tetap dapat melaksanakan ibadah shalat di dalam kamar, karena pihak hotel sudah menyediakan sejadah di dalam lemari, juga arah panah penunjuk kiblat di langit-langit. Atau bila Anda ingin melaksanakan ibadah shalat secara berjamaah bersama para tamu yang lain dan juga para staf hotel, Anda bisa pergi ke Mushola yang letaknya di dekat pintu gerbang hotel.

gbr2-agbr2-bgbr2-c

Sebagai info juga, kamar mandi di Hotel Puri Larasati ini adalah kamar mandi yang tidak terlalu besar, tapi (lagi-lagi) bisa membuat kita merasa sangat nyaman. Wastafel dan toilet berada dalam satu ruangan, sedangkan ruangan untuk mandi dengan shower dipisahkan oleh tirai. Air showernya bisa diatur dingin atau hangat. Ah ya, di Hotel Puri Larasati ini, sabun dan shampo tidaklah disediakan secara batangan. Tapi bentuknya adalah sabun dan shampo cair yang disimpan di dalam tabung di dekat shower. Jadi, buat Anda yang terbiasa membawa pulang sabun dan shampo hotel sebagai ‘souvenir’, Anda tidak akan bisa melakukannya di sini. :P

gbr3-agbr3-b


Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa terdapat 3 jenis kamar di hotel ini. Sekarang saya akan menuliskan deskripsi dari masing-masing jenis kamar tersebut, supaya Anda bisa menentukan jenis kamar mana yang cocok untuk Anda huni bila menginap di hotel ini. :D

1. Unit Griya Larasati – Solusi Ekonomis untuk Tamu Rombongan

gbr4-agbr4-bgbr4-c

Unit Griya Larasati ini adalah unit yang cukup besar. Setiap unit terdiri dari 2 ruangan kamar yang masing-masing kamar bisa dihuni oleh 2 orang. Sehingga totalnya, unit ini bisa dihuni oleh 4 orang. Yang unik, 2 buah unit Griya Larasati bisa disatukan melalui sebuah dinding penghubung. Sehingga akan tercipta satu ruangan besar yang bisa dijadikan pusat kegiatan para tamunya. Selain kamar, unit ini juga mempunyai semacam ruangan gazebo atau serambi, lengkap dengan kursi-kursi dan meja-meja. Juga bila diperlukan, pihak hotel bisa menyediakan sebuah whiteboard untuk keperluan tulis menulis. Dengan begitu, serambi ini dapat digunakan juga sebagai tempat rapat.

Dengan fasilitas-fasilitas seperti itu, Unit Griya Larasati merupakan unit yang cocok untuk tamu yang menginap secara rombongan. Anda yang berniat untuk mengadakan meeting atau rapat luar kantor bisa menginap di unit ini, dengan tarif per unit hanya Rp. 420.000 per malam, sudah termasuk sarapan untuk 4 orang.

2. Unit Graha Prasetya – Kenyamanan dan Privasi Seperti di Rumah Sendiri

gbr5-agbr5-bgbr5-c

Bila Anda hendak menginap dengan membawa keluarga ke hotel ini, maka Unit Graha Prasetya merupakan pilihan yang sangat cocok. Setiap unit dirancang layaknya sebuah rumah. Di sini Anda akan menemukan dua kamar tidur, satu kamar mandi, juga satu ruangan dapur, lengkap dengan kompor gas dan lemari es. Anda bisa membuat masakan sendiri di sini. Bahkan terdapat satu ruangan keluarga dengan karpet dan televisi. Benar-benar pilihan kenyamanan dan privasi seperti di rumah sendiri!

Unit Graha Prasetya ini ditawarkan dengan tarif Rp. 565.000 per malam, sudah termasuk sarapan untuk 4 orang.

3. Kamar Wisma Larasati – Kamar Standar Hotel

gbr6-agbr6-bgbr6-c

Unit yang terakhir adalah Kamar Wisma Larasati. Unit ini dirancang sesuai dengan standar kamar-kamar hotel pada umumnya. Setiap kamar bisa dihuni oleh 2 orang. Tarif yang ditawarkan untuk Kamar Wisma Larasati cukup terjangkau. Cukup dengan Rp. 299.000 per malam, dan sudah termasuk sarapan untuk 2 orang.


Jadi, begitulah. Untuk Anda yang tinggal di Bandung, Hotel Puri Larasati bisa menjadi pilihan bila Anda ingin menikmati suasana akhir pekan santai yang berbeda. Sedangkan bagi Anda yang berasal dari luar kota, pastikan Hotel Puri Larasati menjadi tempat tinggal Anda selama berlibur dan berburu pakaian di Factory Outlet – Factory Outlet di kota Bandung. :D

Dengan harganya yang ekonomis serta pelayanan dan suasananya yang begitu nyaman, Anda akan benar-benar merasa puas telah menginap di Hotel Puri Larasati. :D

Foto-foto lainnya:

gbr7-agbr7-bgbr7-c

Suasana nyaman dan tentram di hotel

gbr8

Hotel ini telah meraih penghargaan dari Dinas Pariwisata Kota Bandung sebagai Hotel Terbaik Pertama se-kota Bandung untuk kelas Hotel Melati Dua.


Tambahan:

  • Hotel ini juga telah menjadi tempat menginap bagi beberapa blogger. Seperti Celo yang datang untuk kopdar di RK beberapa waktu yang lalu, serta Ina dan Rara dari AngingMammiri (Makassar) yang datang pada kopdar Batagor.net Bebersih Bandung Jilid 2.
  • Tarif hotel di atas adalah tarif per bulan Agustus 2008. Tarif bisa berubah sesuai kebijakan hotel. Ada perbedaan tarif antara weekdays dan weekends, juga antara kamar ber-AC dan non-AC. Untuk lebih jelasnya hubungi nomor telepon (022) 253 3370.
  • Amat-amat terima kasih banyak buat Aki Herry yang telah sangat membantu dalam memuluskan perizinan untuk motret-motret dan membuat liputan di sana. :D

Foto di bawah ini adalah bukti bahwa saya benar-benar meluncur ke TKP untuk membuat liputan ini. :mrgreen:

gbr9

Yang di sebelah kiri itu adalah Kang Nurman, yang nyunda sekali dan sangat berbaik hati mengantarkan saya menjelajahi seisi hotel. Sedangkan yang di sebelah kanan itu adalah Risti, resepsionis hotel. BTW, dia seumuran juga lho dengan saya. (Maksudnyaaaa…??!! :P )





Hati-Hati Dalam Menggunakan Emoticon di SMS

8 07 2008

Dalam sebuah komunikasi non-lisan, diperlukan cara khusus untuk mengungkapkan emosi dari para komunikatornya. Biasanya adalah dengan menggunakan fasilitas smiley/emoticon yang sudah biasa kita pakai dalam IM, blog, atau SMS. Khusus untuk SMS, Anda patut berhati-hati dalam menggunakannya. Kenapa? Karena emoticon yang kita kirimkan, tidaklah selalu sama dengan emoticon yang diterima oleh si penerima SMS. Kasus yang sering saya temui adalah berubahnya emoticon menjadi .

Contohnya, di HP, Anda membuat SMS seperti ini,

Woy, pa kbr? Lama ni gak ktemu big_grin

Sedangkan di HP teman Anda, yang muncul malah jadi seperti ini,

Woy, pa kbr? Lama ni gak ktemu kiss

Ho ho, emosinya jadi berbeda sekali kan. Bila si penerima SMS adalah perempuan, Anda mungkin akan dikira kurang ajar karena ia menganggap Anda ingin menciumnya. Tapi bila si penerima SMS adalah laki-laki, ia mungkin akan ketakutan, karena mengira Anda telah berubah haluan.

Entah kenapa bisa begini, tapi saya kira penyebabnya adalah perbedaan kode untuk memunculkan emoticon di tiap-tiap merk HP.

Jadi, berhati-hatilah saudaraku. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman yang bisa berakibat fatal, hanya dikarenakan emoticon di SMS. kiss.gif





Mengkritisi Stigma Negatif yang Melekat pada Diri Iblis

27 06 2008

*Resensi Buku*

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pesta Buku Jakarta 2008*

Judul Buku The Madness of God/Iblis Menggugat Tuhan
Kategori Fiksi
Tema Agama, Filsafat, Theologi
Penulis Da’ud Ibn Ibrahim Al-Shawni
Tahun Terbit 2003
Penerbit Dastan Books
Tebal 340 halaman
Dimensi 11,5 x 17 cm
ISBN 979-3972-01-X7
Waktu Baca *Tidak dihitung* :?

Kita semua tahu, bahwa menurut Al-Qur’an, Tuhan menciptakan Adam dari tanah liat kering dari lumpur hitam. Setelah diberi nyawa, maka Tuhan memerintahkan semua makhlukNya untuk bersujud dalam rangka menghormati Adam. Berikut adalah petikan kisah penciptaan manusia pertama itu, yang dikutip dari Al-Qur’an Q.S. Al-Hijr 15: 29-34,

“Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

Maka bersujudlah Para Malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu.

Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”. Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”.

Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”. […] (QS. Al Hijr 15: 29-35)” (Klik di [sini] untuk membaca surat ini selengkapnya).

Ya, setelah manusia pertama itu diberi ruh, semua malaikat pun bersujud menghormatinya. Tapi tidak sama halnya dengan iblis. Menurut ayat di atas, ia sama sekali tidak sudi untuk sujud kepada makhluk yang yang baru saja diciptakan itu. Iblis terbuat dari api, sedangkan manusia terbuat dari tanah. Itu sebabnya ia merasa lebih tinggi dari manusia, dan bersikap sombong dengan tidak bersujud menghormatinya.

Tuhan pun mengutuknya, ia keluar ditendang dari Surga, kemudian mempunyai misi untuk menggoda manusia hingga akhir zaman. Iblis, dari yang tadinya makhluk penuh ketaatan dan paling getol beribadah, berubah menjadi makhluk paling terkutuk dan ternistakan, yang setiap harinya terus dikutuki oleh manusia. Semuanya hanya dikarenakan sikap keras kepalanya yang membuat ia tidak sudi bersujud pada Adam.

Tapi, benarkah demikian adanya? Maksudnya, benarkah iblis -yang kedudukannya hanya ‘makhluk’- bisa menentang perintah Tuhan sang pencipta, Yang Maha Kuasa itu?

Baca Selengkapnya >>>





Mengenal Manusia Melalui Perjalanan Keliling Dunia

24 06 2008

*Resensi Buku*

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pesta Buku Jakarta 2008*

Judul Buku Perjalanan Spiritual; Dari Gumujeng Sunda, Eksistensi Tuhan, sampai Siberia
Kategori Non-Fiksi
Tema Filsafat, Theologi, Budaya, Sejarah, Sosial, Geografi, Pariwisata dll.
Penulis Martinus Antonius Weselinus Brouwer (Pater Brouwer)
Tahun Terbit 2003
Penerbit Penerbit Buku Kompas, Jakarta
Tebal 254 + xviii halaman
Dimensi 14 x 21 cm
ISBN 979-709-052-3
Waktu Baca + 6,5 jam

Buku “Perjalanan Spiritual” mempunyai desain sampul yang menarik, berlatarbelakang warna kuning dan bergambarkan beberapa ilustrasi landscape dunia yang seolah-olah dilukis menggunakan cat lukis. Font yang dipakai untuk menuliskan judul buku-pun merupakan font dekoratif yang jauh dari kesan serius, malah lebih berkesan childish, mirip font dekoratif lain seperti Comic Sans MS atau SmackAttack BB.

Persepsi pertama yang saya dapatkan dari desain sampul seperti ini adalah ‘keceriaan’ atau ‘kejenakaan’. Sehingga, sebelum membaca satu kalimat pun di buku ini, sempat muncul persepsi pribadi bahwa “Perjalanan Spiritual” adalah buku berjenis travelogue, semacam diari tur wisata keliling dunia, yang dikisahkan penuh keceriaan dan kegembiraan.

Tapi… Seperti kata Tukul, “Don’t Judge a Book by it’s Cover, Rolling Door”. Ya, jangan menilai buku dari sampulnya! Sampulnya memang memberikan kesan kejenakaan, seolah-olah ini adalah buku cerita ceria yang bisa dijadikan dongeng pengantar tidur. Tidak seperti itu. “Perjalanan Spiritual” sebenarnya adalah sebuah buku yang “semi-berat” (kalau tidak ingin disebut buku “berat”), dipenuhi muatan psikologis, filsafat, juga pesan moral. Diperlukan sedikit pemikiran untuk membaca dan memahami pesan yang disampaikan.

Baca Selengkapnya >>>





Obsesi Seorang Ahli Parfum

24 06 2008

*Resensi Buku*

*Maaf, agak spoiler. Mungkin sekitar 10%. :mrgreen: *

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pesta Buku Jakarta 2008*

Judul Buku Perfume; The Story of a Murderer
Kategori Fiksi (Novel)
Tema Roman, Petualangan, Suspense
Penulis Patrick Süskind
Tahun Terbit 1985
Penerbit Dastan Books
Tebal 423 halaman
Dimensi 12,5 x 19 cm
ISBN 979-3972-05-X
Waktu Baca + 11 jam dalam waktu 2 hari

Alkisah, pada abad ke-18 di Paris, Perancis, hiduplah seorang bernama Jean-Baptiste Grenouille. Ia adalah seorang yang memiliki keanehan, dilahirkan tanpa memiliki aroma badan. Itulah sebabnya ia tidak merasakan dirinya sebagai bagian dari masyarakat, karena walaupun berada di tengah kerumunan, orang-orang tidak akan merasakan/menganggap keberadaannya, walaupun bisa melihatnya secara visual. Terkadang, keadaan aneh ini juga membuat orang-orang di sekitar Grenouille merasa ketakutan tanpa sebab dan ingin segera menjauhinya.

Walaupun begitu, Grenouille sebenarnya memiliki karunia yang luar biasa pada indera penciumannya. Hidungnya sangat peka terhadap aroma. Ia bisa mencium aroma apapun, dari aroma bunga, aroma tanah, aroma kota, aroma gagang pintu, aroma angin di bulan tertentu hingga ke aroma-aroma yang mustahil bisa dicium oleh manusia normal. Ia juga bisa mencium keberadaan benda atau kedatangan seseorang walaupun benda/orang tersebut berada di jarak yang masih amat jauh dan belum bisa dilihat mata. Itulah sebabnya, Grenouille sangat mencintai indera penciumannya. Ia sangat senang mencari aroma-aroma baru untuk kemudian disimpan di database otaknya dan dikombinasikan secara imajiner untuk mendapatkan aroma yang ia inginkan.

Beranjak remaja, Grenouille mendapatkan pekerjaan di toko milik seorang ahli parfum terkenal bernama Giuseppe Baldini. Ia bisa mendapatkan pekerjaan ini setelah sebelumnya membuat Baldini terkesan dengan meniru membuat formula sebuah parfum terkenal dalam waktu sekejap saja. Hal ini wajar, sebab saat ini Grenouille sudah memiliki memori ratusan ribu aroma di kepalanya yang bisa ia kombinasikan sesuka hati. Di toko milik Baldini inilah, Grenouille belajar banyak hal tentang cara pembuatan parfum, peramuan aroma, juga cara mengekstrak aroma dari benda tertentu.

Suatu hari, Grenouille mencium aroma yang sangat indah. Menurutnya inilah aroma sejati dan aroma yang paling agung. Grenouille berpikir, bila aroma ini dijadikan parfum, maka akan menjadi parfum terbaik yang pernah dibuat, dan tentunya, akan memberikan efek hebat kepada lingkungan sekitar dari siapapun yang menggunakannya. Akhirnya, Grenouille berobsesi untuk bisa membuat parfum dari aroma tersebut. Tapi, untuk menggapai obsesinya tersebut, Grenouille harus melakukan pembunuhan terhadap 25 orang…

Mengapa Grenouille harus membunuh banyak orang untuk bisa membuat parfum tersebut? Aroma apa itu sebenarnya? Bagaimana caranya membunuh orang? Berhasilkah Grenouille membuat parfum obsesinya tersebut? Kemudian apa efek dari parfum tersebut bila berhasil dibuat?

Jawabannya tentu akan Anda temukan setelah membaca keseluruhan cerita novel ini. :mrgreen:

Gaya Penceritaan

Patrick Süskind menulis novel ini dengan gaya penceritaan yang menarik. Ia selalu menjelaskan suatu hal secara mendetail. Hal ini membuat cerita benar-benar terasa seru, contohnya saat Grenouille memburu korban terakhirnya atau saat Grenouille membangun kerajaan imajinasinya. Gaya penceritaan seperti ini membuat pembaca serasa ingin terus membaca mengikuti alur cerita hingga selesai, tanpa sekalipun menutup bukunya.

Cerita pun tidak monoton. Tidak selalu berfokus pada obsesi Grenouille untuk mendapatkan aroma agung. Banyak bab yang menceritakan isi pikiran Grenouille, tentang pola pikirnya, juga tentang keinginan-keinginannya yang tidak biasa.

Tapi di sisi lain, ada juga bagian cerita yang menurut saya memang agak terlalu bertele-tele, seperti saat Grenouille mengekstrak aroma dari tumbuh-tumbuhan. Hal ini dijelaskan dengan terlalu terperinci. Karena buku ini bukanlah buku cara membuat parfum, menurut saya hal seperti ini tidaklah perlu dijelaskan dengan gaya penceritaan yang mendetail. :)

Walaupun begitu, alur demi alur akan terus diceritakan, hingga sampai di akhir cerita, pembaca akan menemui sesuatu yang mengejutkan dan tak terduga sebagai penutup. Well, a little bit crazy i think… :?








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.