Mengkritisi Stigma Negatif yang Melekat pada Diri Iblis

27 06 2008

*Resensi Buku*

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pesta Buku Jakarta 2008*

Judul Buku The Madness of God/Iblis Menggugat Tuhan
Kategori Fiksi
Tema Agama, Filsafat, Theologi
Penulis Da’ud Ibn Ibrahim Al-Shawni
Tahun Terbit 2003
Penerbit Dastan Books
Tebal 340 halaman
Dimensi 11,5 x 17 cm
ISBN 979-3972-01-X7
Waktu Baca *Tidak dihitung* :?

Kita semua tahu, bahwa menurut Al-Qur’an, Tuhan menciptakan Adam dari tanah liat kering dari lumpur hitam. Setelah diberi nyawa, maka Tuhan memerintahkan semua makhlukNya untuk bersujud dalam rangka menghormati Adam. Berikut adalah petikan kisah penciptaan manusia pertama itu, yang dikutip dari Al-Qur’an Q.S. Al-Hijr 15: 29-34,

“Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

Maka bersujudlah Para Malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu.

Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”. Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”.

Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”. […] (QS. Al Hijr 15: 29-35)” (Klik di [sini] untuk membaca surat ini selengkapnya).

Ya, setelah manusia pertama itu diberi ruh, semua malaikat pun bersujud menghormatinya. Tapi tidak sama halnya dengan iblis. Menurut ayat di atas, ia sama sekali tidak sudi untuk sujud kepada makhluk yang yang baru saja diciptakan itu. Iblis terbuat dari api, sedangkan manusia terbuat dari tanah. Itu sebabnya ia merasa lebih tinggi dari manusia, dan bersikap sombong dengan tidak bersujud menghormatinya.

Tuhan pun mengutuknya, ia keluar ditendang dari Surga, kemudian mempunyai misi untuk menggoda manusia hingga akhir zaman. Iblis, dari yang tadinya makhluk penuh ketaatan dan paling getol beribadah, berubah menjadi makhluk paling terkutuk dan ternistakan, yang setiap harinya terus dikutuki oleh manusia. Semuanya hanya dikarenakan sikap keras kepalanya yang membuat ia tidak sudi bersujud pada Adam.

Tapi, benarkah demikian adanya? Maksudnya, benarkah iblis -yang kedudukannya hanya ‘makhluk’- bisa menentang perintah Tuhan sang pencipta, Yang Maha Kuasa itu?

Baca Selengkapnya >>>





Mengenal Manusia Melalui Perjalanan Keliling Dunia

24 06 2008

*Resensi Buku*

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pesta Buku Jakarta 2008*

Judul Buku Perjalanan Spiritual; Dari Gumujeng Sunda, Eksistensi Tuhan, sampai Siberia
Kategori Non-Fiksi
Tema Filsafat, Theologi, Budaya, Sejarah, Sosial, Geografi, Pariwisata dll.
Penulis Martinus Antonius Weselinus Brouwer (Pater Brouwer)
Tahun Terbit 2003
Penerbit Penerbit Buku Kompas, Jakarta
Tebal 254 + xviii halaman
Dimensi 14 x 21 cm
ISBN 979-709-052-3
Waktu Baca + 6,5 jam

Buku “Perjalanan Spiritual” mempunyai desain sampul yang menarik, berlatarbelakang warna kuning dan bergambarkan beberapa ilustrasi landscape dunia yang seolah-olah dilukis menggunakan cat lukis. Font yang dipakai untuk menuliskan judul buku-pun merupakan font dekoratif yang jauh dari kesan serius, malah lebih berkesan childish, mirip font dekoratif lain seperti Comic Sans MS atau SmackAttack BB.

Persepsi pertama yang saya dapatkan dari desain sampul seperti ini adalah ‘keceriaan’ atau ‘kejenakaan’. Sehingga, sebelum membaca satu kalimat pun di buku ini, sempat muncul persepsi pribadi bahwa “Perjalanan Spiritual” adalah buku berjenis travelogue, semacam diari tur wisata keliling dunia, yang dikisahkan penuh keceriaan dan kegembiraan.

Tapi… Seperti kata Tukul, “Don’t Judge a Book by it’s Cover, Rolling Door”. Ya, jangan menilai buku dari sampulnya! Sampulnya memang memberikan kesan kejenakaan, seolah-olah ini adalah buku cerita ceria yang bisa dijadikan dongeng pengantar tidur. Tidak seperti itu. “Perjalanan Spiritual” sebenarnya adalah sebuah buku yang “semi-berat” (kalau tidak ingin disebut buku “berat”), dipenuhi muatan psikologis, filsafat, juga pesan moral. Diperlukan sedikit pemikiran untuk membaca dan memahami pesan yang disampaikan.

Baca Selengkapnya >>>





Obsesi Seorang Ahli Parfum

24 06 2008

*Resensi Buku*

*Maaf, agak spoiler. Mungkin sekitar 10%. :mrgreen: *

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pesta Buku Jakarta 2008*

Judul Buku Perfume; The Story of a Murderer
Kategori Fiksi (Novel)
Tema Roman, Petualangan, Suspense
Penulis Patrick Süskind
Tahun Terbit 1985
Penerbit Dastan Books
Tebal 423 halaman
Dimensi 12,5 x 19 cm
ISBN 979-3972-05-X
Waktu Baca + 11 jam dalam waktu 2 hari

Alkisah, pada abad ke-18 di Paris, Perancis, hiduplah seorang bernama Jean-Baptiste Grenouille. Ia adalah seorang yang memiliki keanehan, dilahirkan tanpa memiliki aroma badan. Itulah sebabnya ia tidak merasakan dirinya sebagai bagian dari masyarakat, karena walaupun berada di tengah kerumunan, orang-orang tidak akan merasakan/menganggap keberadaannya, walaupun bisa melihatnya secara visual. Terkadang, keadaan aneh ini juga membuat orang-orang di sekitar Grenouille merasa ketakutan tanpa sebab dan ingin segera menjauhinya.

Walaupun begitu, Grenouille sebenarnya memiliki karunia yang luar biasa pada indera penciumannya. Hidungnya sangat peka terhadap aroma. Ia bisa mencium aroma apapun, dari aroma bunga, aroma tanah, aroma kota, aroma gagang pintu, aroma angin di bulan tertentu hingga ke aroma-aroma yang mustahil bisa dicium oleh manusia normal. Ia juga bisa mencium keberadaan benda atau kedatangan seseorang walaupun benda/orang tersebut berada di jarak yang masih amat jauh dan belum bisa dilihat mata. Itulah sebabnya, Grenouille sangat mencintai indera penciumannya. Ia sangat senang mencari aroma-aroma baru untuk kemudian disimpan di database otaknya dan dikombinasikan secara imajiner untuk mendapatkan aroma yang ia inginkan.

Beranjak remaja, Grenouille mendapatkan pekerjaan di toko milik seorang ahli parfum terkenal bernama Giuseppe Baldini. Ia bisa mendapatkan pekerjaan ini setelah sebelumnya membuat Baldini terkesan dengan meniru membuat formula sebuah parfum terkenal dalam waktu sekejap saja. Hal ini wajar, sebab saat ini Grenouille sudah memiliki memori ratusan ribu aroma di kepalanya yang bisa ia kombinasikan sesuka hati. Di toko milik Baldini inilah, Grenouille belajar banyak hal tentang cara pembuatan parfum, peramuan aroma, juga cara mengekstrak aroma dari benda tertentu.

Suatu hari, Grenouille mencium aroma yang sangat indah. Menurutnya inilah aroma sejati dan aroma yang paling agung. Grenouille berpikir, bila aroma ini dijadikan parfum, maka akan menjadi parfum terbaik yang pernah dibuat, dan tentunya, akan memberikan efek hebat kepada lingkungan sekitar dari siapapun yang menggunakannya. Akhirnya, Grenouille berobsesi untuk bisa membuat parfum dari aroma tersebut. Tapi, untuk menggapai obsesinya tersebut, Grenouille harus melakukan pembunuhan terhadap 25 orang…

Mengapa Grenouille harus membunuh banyak orang untuk bisa membuat parfum tersebut? Aroma apa itu sebenarnya? Bagaimana caranya membunuh orang? Berhasilkah Grenouille membuat parfum obsesinya tersebut? Kemudian apa efek dari parfum tersebut bila berhasil dibuat?

Jawabannya tentu akan Anda temukan setelah membaca keseluruhan cerita novel ini. :mrgreen:

Gaya Penceritaan

Patrick Süskind menulis novel ini dengan gaya penceritaan yang menarik. Ia selalu menjelaskan suatu hal secara mendetail. Hal ini membuat cerita benar-benar terasa seru, contohnya saat Grenouille memburu korban terakhirnya atau saat Grenouille membangun kerajaan imajinasinya. Gaya penceritaan seperti ini membuat pembaca serasa ingin terus membaca mengikuti alur cerita hingga selesai, tanpa sekalipun menutup bukunya.

Cerita pun tidak monoton. Tidak selalu berfokus pada obsesi Grenouille untuk mendapatkan aroma agung. Banyak bab yang menceritakan isi pikiran Grenouille, tentang pola pikirnya, juga tentang keinginan-keinginannya yang tidak biasa.

Tapi di sisi lain, ada juga bagian cerita yang menurut saya memang agak terlalu bertele-tele, seperti saat Grenouille mengekstrak aroma dari tumbuh-tumbuhan. Hal ini dijelaskan dengan terlalu terperinci. Karena buku ini bukanlah buku cara membuat parfum, menurut saya hal seperti ini tidaklah perlu dijelaskan dengan gaya penceritaan yang mendetail. :)

Walaupun begitu, alur demi alur akan terus diceritakan, hingga sampai di akhir cerita, pembaca akan menemui sesuatu yang mengejutkan dan tak terduga sebagai penutup. Well, a little bit crazy i think… :?





Pemerintah “Menyandera” Situs Youtube

4 04 2008

Terkait film Fitna nih. Ada beberapa user yang mengirimkan film tersebut ke situs berbagi video (video sharing), Youtube (Contohnya [ini], [ini], [ini]). Menanggapi hal tersebut, pemerintah kita, ya, pemerintah Indonesia, mengancam akan menutup (lebih tepatnya memblokir akses) ke situs tersebut, mulai besok 5 April, bila Youtube tidak juga menghapus Fitna dari servernya.

Tujuannya?
Tujuannya tentu saja agar masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim ini, tidak menonton atau mengunduh film Fitna.

Pertanyaannya:
Apakah Youtube akan menuruti keinginan pemerintah Indonesia, untuk menghapus semua salinan Fitna yang banyak beredar di server Youtube?

Baca Lebih Lanjut >>>





Analisis Video “Kubah Terbang”

2 04 2008

Kubah Terbang?

Beberapa waktu yang lalu, tengah malam, saya kesulitan tidur, karena dengan bodohnya minum 2 gelas kopi sekaligus pada sore hari. Bosan, saya nyalakan TV, ternyata Redaksi Malam Trans 7, dengan penyiar cantiknya yang berkacamata, memberitakan bahwa “sesuatu yang fenomenal” telah terjadi. Diberitakan bahwa dalam renovasi sebuah masjid di Jailolo, kubah dari masjid tersebut dinaikkan ke atas menara bukan dengan alat atau apapun, tapi hanya dengan “bacaan zikir”. Wah yang benar saja.

Kemudian Trans 7 memutar rekamannya, yang nampaknya diambil menggunakan kamera handphone / kamera digital. Ternyata benar. Sebuah kubah besar tengah “melayang-layang” dan “berputar-putar” di udara diiringi bacaan “La Illaha Illallah” yang terdengar aneh dan menakutkan. Saya takjub dan takut menyaksikannya. Takjub, karena di zaman seperti ini masih ada fenomena aneh yang bisa terjadi. Takut, tak lain karena suara lantunan zikirnya yang terdengar menakutkan (dikarenakan distorsi suara / kualitas rekaman kameranya yang mungkin tidak terlalu bagus), lagipula tengah malam itu tidak ada siapa-siapa lagi di kamar.

Penasaran, beberapa hari setelahnya saya mencoba mencari informasi tentang “kubah terbang” ini di dunia maya. Kebanyakan hasil pencarian yang muncul adalah tulisan yang juga mengenai rasa takjub serta puji-pujian kepada Tuhan karena kubah yang bisa terbang. Sampai kemudian, saya menemukan rekamannya di Youtube. Versi lengkap. 2 menit 58 detik.

Dan benarkah kubah ini terbang? Mari kita analisis rekamannya. 8)

Nampaknya kubah ini tidaklah benar-benar terbang. Bila diamati dengan seksama, terlihat beberapa bentangan tali yang menaikkan kubah tersebut ke atas. Hal ini juga yang menyebabkan kubah bergerak dengan gerakan yang konstan. Silakan amati skrinsyutnya di bawah ini.

kubahterbang1.jpg

Di area yang sudah diterangi itu, terlihat ada 3 bentangan tali yang menyangga kubah.

Baca analisisnya lebih lanjut >>>








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.